Horas.web.id - Blog Orang Batak | Berisi Tentang Seni, Budaya dan Pariwisata Batak.

Penipu Mengaku Wartawan "Batak Pos" di Ruang Tamu Kapolda

pandehost
Horas-Akhir-akhir ini banyak tersangka penipuan, seperti tersangka kasus penipuan di ruang tamu Kapolda Metro Jaya berinisial RH mengaku sebagai wartawan Batak Pos. Namun, pernyataan RH ini diragukan karena dia tidak mampu menunjukkan kartu pers-nya. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (5/6/2012) di Mapolda Metro Jaya.
"Dia mengakunya sebagai jurnalis di harian Sumatera, Batak Pos. Tapi saat ditanyakan identitasnya, dia tidak bisa memberikan kartu persnya," ucap Rikwanto.
Saat ini, lanjut Rikwanto, pihaknya juga akan kembali memeriksa RH secara intensif. Polisi masih mengembangkan kemungkinan adanya kasus-kasus penipuan lain yang dilakukan oleh RH dan teman-temannya ini. "Sekarang baru ini, tapi kami akan dalami apa dia sudah melakukan aksi serupa sebelumnya," kata Rikwanto.
Sebelumnya diberitakan, pengusaha WP melapor ke Polda Metro Jaya, menuduh RH telah menipu. WP mengaku ditipu hingga miliaran rupiah. Peristiwa ini bermula saat WP ke Jakarta setelah dihubungi RH. Ketika itu, RH menyatakan dirinya mampu membebaskan Nad, adik ipar WP dari tahanan Polda Metro. Nad ditahan karena dugaan terlibat kasus narkoba.
WP pun tergiur dan bertemu dengan RH di ruang tunggu tamu Kapolda. Di ruangan itu, WP menyerahkan uang tunai Rp 400 juta. RH lalu masuk ke ruang staf sekretariat Kapolda, sedangkan WP tetap menunggu di ruang tamu. Keluar dari ruang staf sekretariat, RH mengatakan, uang tunai Rp 400 juta itu sudah diserahkan ke Kapolda Metro sebesar Rp 150 juta, sedangkan sisanya akan diberikan ke Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Toni Harmanto, dan seorang kapolres metro di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Uang tebusan pertemuan kedua antara WP dan RH terjadi di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Di Hotel Sahid, WP kembali menyerahkan uang tunai Rp 450 juta. WP menyerahkan uang tersebut setelah RH mengeluh, uang Rp 400 juta yang sudah diserahkan WP kepada RH masih belum cukup.
Meski sudah mendapatkan tambahan Rp 450 juta dari WP, RH kembali menyampaikan keluhan yang sama. WP lalu menyerahkan uang lagi sebanyak Rp 300 juta seperti yang diminta oleh RH. Menurut RH, seperti dikutip WP, uang sebanyak Rp 300 juta itu akan diserahkan kepada pejabat Badan Narkotika Nasional. Dengan demikian, WP telah mengucurkan total uang kepada RH sebesar Rp 1,15 miliar untuk membebaskan Nad dari rumah tahanan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.
Rikwanto kembali membantah bahwa RH kerap bertemu dengan Kapolda Metro Jaya. "Dia juga bukan keluarga Kapolda. Kapolda tidak kenal," bantah Rikwanto.
Kasus ini pun terus bergulir. Empat tersangka, yakni RH, AA, AS, dan S, akhirnya dibekuk polisi. "Semuanya ditangkap karena perannya berbeda-beda. Ada yang menjadi penghubung ke BNN, ada yang menerima uang, ada yang menghubungi korban. Satu orang lagi yakni D masih dalam buruan polisi," ujar Rikwanto. </Robinsonlin Simbolon>

Waspadalah!!


Horas : Penipu Mengaku Wartawan "Batak Pos" di Ruang Tamu Kapolda

Penipu Mengaku Wartawan "Batak Pos" di Ruang Tamu Kapolda

,

Berita Pilihan