Legenda Batak : Ulubalang Mulai Dilupakan


HORAS — Adat istiadat sejarah dan legenda Batak saat ini sudah mulai pudar hampir terlupakan, misalnya seperti Ulubalang.

Ulubalang adalah pemimpin atau pendekar yang siap bertempur demi masyarakatnya, lebih tepatnya Ulubalang adalah Orang atau benda perang (benda magis) penjaga kampung.

Pada jaman penjajahan Belanda, Ulubalang masih ada dan eksis di daerah kabupaten Samosir juga di daerah Tapanuli, karena Ulubalang bertugas untuk menjaga ketertiban desa dibawah kepemimpinan raja-raja di daerah tersebut seperti raja bius dan raja pandua.

Ulubalang yang sering disebut juga “Hupas” mulai terlupakan setelah zaman kemerdekaan, kedudukan posisi dan struktur di daerah batak toba sudah pudar karena dulunya raja diubah menjadi kepala pemangku kepala negeri dan raja pandua dirobah menjadi kepala kampung (kepala desa).

Besar harapan agar para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan segenap marga-marga di wilayah kabupaten samosir dapat menghidupkan kembali budaya Batak Toba termasuk salah satunya yaitu mengenai tentang dan keberadaan Ulubalang. Bertujuan selain menghidupkan meningkatkan kelestarian akan Budaya Batak dan kepariwisataan di kabupaten samosir. Tujuan ini dapat tercapai dengan adanya kerjasama masyarakat dengan pemerintah setempat.

Jika Ulubalang tidak memungkinkan untuk dipertahankan ada di kota-kota besar, setidaknya orang Batak mendukung adanya ulubalang di desa-desa. Sehingga orang Batak atau orang yang bersuku Batak dapat mempertahankan tradisi Ulubalang dan menjadi nilai jual tersendiri bagi Indonesia yang memiliki kebudayaan yang unik, yakni budaya Batak.