Pencarian Korban Kapal Sinar Bangun yang Tenggelam Melibatkan Paranormal


Boru Simarmata saat melakukan ritual di pinggiran Pelabuhan Simanindo. (Foto:Abidan Simbolon)

HORAS - "Hu hasundutan," kata Boru Simarmata mengartikan untuk mengarahkan kapal ke arah matahari terbenam, kepada nakhoda kapal yang ikut melakukan pencarian korban tenggelam Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Perairan Danau Toba.

Perempuan yang mengenakan kebaya hitam berselendangkan kain ulos seraya mengunyah sirih, dan pandangannya terlihat setengah terpejam itu adalah paranormal.

Mengapit sehelai sirih di tengah kedua telapak tangan dan kepalanya menunduk itu mengartikan sedang "martonggo" atau dalam bahasa Batak diartikan sedang memanjatkan doa.

Perlakonan kesurupan yang dialami Boru Simarmata adalah bagian dari berbagai cara untuk mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018).

Kapal naas yang mengangkut penumpang 205 orang itu sesuai daftar hilang di data posko Simanindo dan Tigaras, meninggalkan duka dalam. Pencarian dan penyisiran di Danau Toba terus diupayakan melalui berbagai cara.

Sesuai seperti yang diungkapkan oleh Feriasi Sirait yang merupakan Koordinator Relawan rombongan dalam pencarian korban kapal tenggelam bersama wartawan HetaNewscom menyampaikan, harus dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan jasa paranormal

Kapal yang mengangkut tim pencarian korban bersama Boru Simarmata itu disuruhnya berhenti di pertengahan Perairan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

"So jo, ison dua halak," ujar Boru Simarmata menghentikan kapal. Menurut penerawangannya, di bawah kapal berhenti terdapat 2 orang korban tenggelam.

"Baen hamu tadda na," ungkapnya mengartikan untuk menyuruh membuatkan tanda di posisi tersebut.

Tak sampai disitu, Boru Simarmata menghunjuk letak kapal KM Sinar Bangun tenggelam.

"Ison do kapal i manongnong," ungkapnya seraya menunjuk lokasi tenggelamnya kapal.


Paranormal Boru Simarmata saat melakukan ritual di pinggiran Pelabuhan Simanindo. (Foto:Abidan Simbolon)

Mendengar ucapan terawangan Boru Simarmata, rombongan tim pencarian memohonkan kepadanya untuk memanjatkan doa, agar jasad-jasad para korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di kedalaman supaya terapung.

"Namboru," ujar rombongan memanggil Boru Simarmata. Rombongan tersebut adalah rombongan dari Relawan Bara-JP Kabupaten Samosir.

"Elek ma jolo asa mumbang akka jolma na i bagas kapal i," sambung rombongan mengartikan agar Boru Simarmata memanjadkan doa untuk jasad korban kapal supaya terapung.

Mendengar permintaan rombongan, Boru Simarmata terlihat menangis. Suaranya terdengar tersendak-sendak.

"Maol do bah, maol," keluh Boru Simarmata dikarenakan alasan sulit untuk memanjatkan doa.

"Suru hamu ma nampunasa kapal i paluahon dua darapati na bontar," utusnya untuk melepaskan 2 ekor burung merpati berbulu putih dilepas oleh pemilik kapal KM Sinar Bangun.

Setelahnya, rombongan tim pencarian saat itu kekurangan tali rapiah untuk mengikatkan pelampung buatan yang akan diberikan tanda. Selang beberapa menit, rombongan berinisiatif untuk bersandar kembali ke Pelabuhan Simanindo mengambil perlengkapan yang diperlukan. (Abidan-Aan/HetaNews.com/UcokButet.org)